Facebook RSS Feed

Pertempuran lima hari di Semarang

Pertempuran di Semarang dipicu peristiwa yang terjadi pada tanggal 14 Oktober 1945. Pada waktu itu, kira-kira 400 orang veteran AL Jepang yang akan dipekerjakan untuk mengubah pabrik gula Cepiring menjadi pabrik senjata memberon- tak sewaktu mereka dipindahkan ke Semarang. Mereka menyerang polisi Indonesia yang mengawal mereka. Mereka melarikan diri dan bergabung dengan Kidobutai di Jatingaleh. Kidobutai adalah sebuah ba- talyon Jepang di bawah pimpinan  Mayor Kido. Mereka bergerak melakukan perlawanan dengan alasan mencari dan menyelamatkan orang-orang Jepang yang tertawan. Situasi bertambah panas dengan adanya desas- desus bahwa cadangan air minum di Candi telah diracuni. Pihak Jepang memperuncing keadaan ka- rena melucuti delapan orang polisi Indonesia yang menjaga tempat tersebut. Alasannya untuk meng- hindarkan peracunan cadangan air minum itu. Pertempuran mulai pecah pada dini hari tanggal 15 Oktober 1945. Para pemuda dan pejuang In- donesia bertempur melawan pasukan  Kidobutai yang dibantu oleh batalyon Jepang lain yang kebe- tulan sedang singgah di Semarang. Pertempuran
yang paling banyak menelan korban terjadi di Simpang Lima, berlangsung selama lima hari Pertempuran baru berhenti setelah Gubernur Wongsonegoro dan pemimpin TKR berunding de- ngan komandan tentara Jepang. Proses gencatan senjata dipercepat setelah  Brigadir Jenderal Bethel dari pasukan Sekutu ikut terlibat dalam perundingan pada tanggal 20 Oktober 1945. Pasukan Sekutu kemudian melucuti senjata Jepang dan menawan pasukan Jepang. Untuk mengenang pertempuran di Semarang, ,maka di Simpang Lima didirikan Monumen Perjuangan Tugu Muda.
07.56 Pertempuran lima hari di Semarang

SMAN 1 Sidayu

Nama penulis : Fikri Hadi Rusdianto / Dion
Pekerjaan : Pelajar dan Menganggur
E-mail : dionfikri@rocketmail.com
Facebook : Fikri Hadi Rusdianto