Facebook RSS Feed

Contoh Cerita Dialog

Ini adalah cerita buatan temen ane gan, gue share aja gan... hehehehe Judulnya "Tak Cukup Sekali Pikul" diposting sebelumya oleh: Rizky hayati Suhud :D

Tak Cukup Sekali Pikul
Oleh :Jabangangkara

Dipagi yang masih buta, bapak terbangun yang sebenarnya belum sempat tidur sekejap juga, matanya memang terpejam namun ia masih benar-benar terjaga.

Anak : “pak, kenapa semalam tak pulang? (tanya putri kecilnya dengan polos dan penuh rasa khawatir, nampak pada nada bicara yang sedikit terasa berat terucap), semalam adek dapat ayam betutu dari warteg Bu Rupi’ah, enak sekali (menunjukkan wajah gembira), bapak mau biar adek ambilkan.”

Bapak : “bapak sibuk, maaf ya sayang (beranjak mendekati putrinya dan kemudian duduk berdampingan), bapak tidak suka ayam betutu, adek saja, terima kasih (membelai rambut putrinya untuk kemudian disisir, mengulang kegiatan kemarin pagi yang merupakan rutinitas sang bapak) (menyembunyikan kebohongan pada putrinya).”

Anak : “pak sepatunya bagus terima kasih ya (tersenyum lalu dia peluk erat bapaknya).”

Bapak : “iya sayang (membalas pelukan putrinya dengan senyum yang tak kalah bahagiannya).”

Anak : “pak kalau besar nanti adek ingin jadi model (melepaskan pelukan dan menatap bapaknya dengan wajah penuh harap), setiap hari pakai sepatu yang bagus (tersenyum dengan senyum yang total).”

Bapak : “ia sayang, adek boleh jadi apapun yang adek mau (membalas senyum putrinya, seolah meyakinkan bahwa putrinya dengan polio yang belum tersembuhkan bisa menjadi seorang model, jika ia besar nanti). Bapak mandi dulu, mau lanjut kerja.”

Anak : “(hanya diam dan memakai sepatu barunya).”

Saat bapak sedang menimba iar dari sumur putrinya berteriak. Kemudian perlahan berjalan mendekati bapaknya dengan susah payah.

Anak : “bapak apa ini? (mengambil beberapa carik kertas yang tak sengaja tertempel pada belikat bapaknya yang terlindungi oleh kemeja tipis yang lusuh), wah tiket ke-Bali, dua tiket untuk ke-Bali, satu untukku dan satu yang lain untuk bapak (tertawa bahagia). Bagaimana bisa tersangkut di kemeja bapak (menatap paras bapaknya dengan perasaan ingin tahu dan penasaran).”

Bapak : “(hanya tersenyum).” Kemudian putrinya menghambur memeluknya.

Anak : “bapak kalau bajunya kotor jangan dipakai, nanti biar adek yang mencucinya, tak apa kok pak (dengan nada suara yang terdengar pilu)(tetap memeluk bapaknya).”

Bapak : “tidak perlu repot sayang (membelai rambut purinya dengan belaian penuh kasih).”

Anak : “pak, kalau pikulannya kotor, ada tanah liatnya, dibersihkan dulu ya. Baju bapak sering bernoda dibahunya, dan adek susah menghilangkan noda itu (menatap bapaknya dengan tatapan yang kosong tapi tajam dan terlihat tulus).”

Bapak : “(hanya tersenyum).”

Putrinya terbatuk dan berkata
Anak : “pak terima kasih, bapak adalah yang terbaik, adek sayang bapak (berkata dengan perasaan yang sulit ditebak).”

Bapak : “(meneteskan air mata dan tersenyum).”

Anak : “(tersenyum dan mengusap air mata bapaknya).”

Dan itulah saat terakhir bapak mendengar kata manja putrinya, karena setelah air mata itu dihapus oleh putrnyai, kemudian putri cantik itu meninggalkan bapaknya ke-Bali, ke(m)bali ke surga Tuhan.
Dan bapak bersyuku rkarena putrinya tak pernah tau kalau sebenarnya noda itu bukanlah noda dari pikulan yang kotor melainkan noda karena bahu bapak yang terluka, karena beban hidup yang terlampau berat, ah!! Tidak, bukan beban hidup tapi ujian Tuhan, ya ujian yang bapak pikul itu berat, dan tak cukup dipikul sekali. Karena bapak tau bahagia putrinya bukan hanya satu, tetapi lebih banyak dari yang bisa kau hitung. Meskipun putri bapak hanyalah alzeimer kecil dengan kelainan pada pulmonya.

-selesai-
20.19 Contoh Cerita Dialog

SMAN 1 Sidayu

Nama penulis : Fikri Hadi Rusdianto / Dion
Pekerjaan : Pelajar dan Menganggur
E-mail : dionfikri@rocketmail.com
Facebook : Fikri Hadi Rusdianto