Facebook RSS Feed

Interaksi Sosial

Bagaimana bila yang kalian pegang itu adalah hidung temanmu ? Apakah mereka hanya diam saja seperti benda-benda mati. Tentu saja tidak. Mereka akan memberikan reaksi terhadap tindakanmu. Teman yang kalian pegang hidungnya bisa saja akan marah dan menganggap sebagai bentuk penghinaan dan merupakan tantangan untuk berkelahi. Tindakan yang kalian lakukan dapat dikategorikan sebagai kontak sosial karena mendapatkan reaksi dari orang lain.
Jadi kontak sosial terjadi bila melibatkan antarmanusia  dan antarmanusia tersebut saling memberikan aksi dan reaksi. Kontak sosial tidak dapat terjadi antara manusia dengan benda mati. Kontak sosial dapat berlangsung melalui dua bentuk, yaitu: kontak sosial secara langsung (face to face) dan  secara tidak langsung (melalui media perantara).
Pernahkan kalian berjabat tangan dengan orang lain dan pernahkan kalian mengirim SMS, menelepon atau mengirim surat yang  kalian tujukan kepada orang lain ? Tentu kalian semua pernah melakukannya. Berjabat tangan dengan orangtua, guru, dan teman merupakan contoh-contoh kontak sosial yang dilakukan secara langsung. Sedangkan mengirim SMS, menelepon dan berkirim surat merupakan contoh kontak sosial yang dilakukan secara tidak langsung karena menggunakan perantara. Pada zaman modern seperti sekarang orang menjalin kontak sosial dengan orang lain tidak harus dilakukan secara langsung (face to face), melainkan bisa memanfaatkan media sebagai perantara, seperti handphone, telepon rumah, surat, internet, telegram, bahkan orang.
Kontak sosial saja belum cukup untuk menjalin interaksi sosial dengan orang lain, masih dibutuhkan syarat lain yaitu: adanya komunikasi. Dalam menjalin kontak sosial diharapkan orang lain mengerti dan memahami pesan yang disampaikan. Agar orang lain mengerti dan memahami pesan yang disampaikan dibutuhkan apa yang disebut dengan komunikasi. Tanpa sadar ketika ditanya oleh orangtua, apakah kalian mau dimasakkan nasi goreng ? Kalian menjawabnya dengan anggukan kepala atau menggelengkan kepala. Pada masa kecil tentu kalian pernah menangis dan sampai sekarangpun tentu kalian pernah tertawa atau tersenyum. Kalian mungkin juga pernah menyaksikan orang mengepalkan tangan dengan wajah memerah yang diarahkan kepaga orang lain. Menganggukkan dan menggelengkan kepala, menangis, tertawa, tersenyum, dan mengepalkan tangan adalah contoh-contoh bahasa isyarat yang dikembangkan oleh manusia dalam melakukan komunikasi. Komunikasi dengan menggunakan bahasa-bahasa isyarat tersebut disebut dengan komunikasi nonverbal.
Apakah dalam berkomunikasi, baik di rumah, sekolah, di luar rumah maupun di pasar, kalian hanya menggunakan bahasa-bahasa isyarat ? Tentunya tidak demikian. Dalam melakukan komunikasi kalian tentu tidak hanya menggunakan komunikasi nonverbal tersebut. Dalam komunikasi kalian juga menggunakan kata-kata,  yang mengandung arti bersama dan bersifat standar.  Komunikasi dengan menggunakan kata-kata ini disebut dengan komunikasi verbal.

04.39 Interaksi Sosial

SMAN 1 Sidayu

Nama penulis : Fikri Hadi Rusdianto / Dion
Pekerjaan : Pelajar dan Menganggur
E-mail : dionfikri@rocketmail.com
Facebook : Fikri Hadi Rusdianto