Facebook RSS Feed

Penerapan Prinsip Ekonomi oleh Produsen

Berikut ini adalah contoh penerapan prinsip ekonomi yang pertama

(pengorbanan tertentu -> hasil maksimal)
Pak Burhan adalah seorang tukang mebel yang memiliki bambu sebanyak 1 mpangkat3 untuk dibuat mebel. Biasanya, bambu 1 mpangkat3 itu bisa dibuat menjadi 8 buah almari dengan harga jual Rp 600.000,-/buah, 5 buah meja tulis dengan harga jual Rp 400.000,-/buah, dan 5 buah kursi dengan harga jual Rp 100.000,-/buah. Dengan prinsip ekonomi, Pak Burhan menggarap kayunya secara cermat dan hati-hati,  sehingga tidak terjadi kesalahan yang menyebabkan pemborosan bambu dan bahan-bahan lainnya. Akhirnya, ia dapat mencapai target hasil tersebut di atas yang nilai jual totalnya adalah Rp 7.300.000,-. Bahkan ia masih bisa memanfaatkan bambu limbahnya untuk membuat 10 asbak yang nilai jualnya Rp 50.000,-. Dengan demikian, ia telah menerapkan prinsip ekonomi dengan benar karena dengan biaya yang sama dari biasanya ia mendapatkan hasil produksi yang maksimal dengan  total nilai Rp 7.350.000,-. Seandainya, ia tidak bekerja secara cermat dan hati-hati mungkin pendapatan yang diperolehnya tidak akan sebesar itu karena hasil produksinya tidak seperti yang ditargetkan.

Berikut ini adalah contoh prinsip ekonomi  yang kedua 

(pengorbanan minimal -> hasil tertentu)
Bu Rahayu kembali mendapat pesanan untuk membuat nasi tumpeng dengan harga Rp 250.000,-. Berdasar prinsip ekonomi, ia berusaha menghasilkan tumpeng dengan pengurbanan seminimal mungkin. Oleh karena itu, ia membeli bahan-bahannya di pasar tradisional yang harganya relatif lebih murah dibanding di supermarket. Ia membelanjakan uangnya dengan hemat dan cermat, sehingga jumlah bahan yang dibeli tidak berlebihan. Ia juga mengolahnya dengan hati-hati, sehingga tidak ada bahan yang rusak, dan hasilnya pun sesuai dengan pesanan.  Oleh karena kecermatan dan kehati-hatiannya, ia cukup membelanjakan uangnya sebesar Rp 175.000,- sehingga ia mendapatkan keuntungan sebesar Rp 75.000,-. Dengan demikian ia telah menerapkan prinsip ekonomi karena dengan biaya yang minimal  dapat dihasilkan produk yang diharapkan. Seandainya  ia tidak membelanjakan uangnya dengan cermat dan hati-hati, mungkin ia akan membelanjakannya s/d Rp 220.000,-. Bahan yang dibeli cenderung berlebihan, dan jika mengolahnya tidak hati-hati akan terjadi kerusakan-kerusakan. Akibatnya terjadi pemborosan. Walaupun ia menghasilkan nasi tumpeng yang sama, tetapi pengorbanannya tidak minimal, yaitu sebesar Rp 220.000,- sehingga keuntungannya hanya Rp 30.000,-. Cara yang demikian ini dianggap tidak menggunakan prinsip ekonomi dengan benar

Dari contoh-contoh di atas dapat diambil kesimpulan,
penerapan prinsip ekonomi oleh produsen harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut:
a. Menekan biaya produksi yang terdiri dari biaya bahan, tenaga kerja dan bahan bakar
b. Mencari informasi sumber energi alternatif
c. Memberikan penawaran khusus/promosi

16.09 Penerapan Prinsip Ekonomi oleh Produsen

SMAN 1 Sidayu

Nama penulis : Fikri Hadi Rusdianto / Dion
Pekerjaan : Pelajar dan Menganggur
E-mail : dionfikri@rocketmail.com
Facebook : Fikri Hadi Rusdianto