Facebook RSS Feed

Makalah Biologi Tentang Jaringan Hewan

Makalah Biologi, yg sedang ada tugas disuruh buat sama gurunya tentang makalah berupa jaringan hewan, nih ada makalah tentang jaringan hewan, jangan lupa klik iklan biar blog ini tambah maju dan terus update
MAKALAH BIOLOGI 
Jaringan Hewan



 
 
 
 
 
NAMA ANGGOTA
Fikri Hadi Rusdianto (11)

KELAS
XI IPA 1




SMA NEGERI 1 
TAHUN PELAJARAN 2012/2013


KATA PENGANTAR

            Puji Syukur kami panjatkan atas kehadirat Allah SWT yang telah memberikan taufiq dan hidayahya kepada kita semua, sehingga kita dapat menyelesaikan tugas biologi ini berupa makalah yang berjudul “Jaringan Hewan” dengan sukses. Shalawat dan salam semoga tetap tercurahkan kepada junjungan kita, Nabi Muhammad SAW, yang telah membimbing kita dari jalan kegelapan menuju jalan yang terang benderang yakni Addinul Islam.
            Bagi penulis pembuatan laporan ini adalah wadah pengetahuan tentang isi dari makalah ini sendiri serta sebagai sebuah pelatihan tersendiri untuk para penulis sehingga para penulis lebih terbiasa dalam menyusun laporan dan tidak mengalami kesulitan lagi dalam menyusun laporan untuk tugas-tugas lain. Selain itu, penulis juga sangat  bersyukur dengan adanya tugas ini. Untuk itu kami sangat berterima kasih kepada ibu guru pembimbing yang telah memberikan tugas ini kepada kami.

            Penulis sangat menyadari bahwa laporan yang telah tersusun ini masih memiliki banyak kekurangan baik dalam segi penulisan, segi bahasa, dan lain-lain. Untuk itu kritik dan saran dari pihak manapun sangat kami harapkan. Akhir kata, semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi pembaca pada umumnya dan bagi penulis pada khususnya.





                                                                                                Gresik, 1 Desember 2012




                                                                                                                Penulis





BAB I
PENDAHULUAN

a. Latar Belakang
Hewan adalah organisme autotrof yang mengambil energi kimia dari dari makanan yang dicernanya. Pada jaringan hewan, fungsi berkolerasi dengan struktur dan sistem-yang satu dengan sistem organ yang lain saling mempunyai ketergantungan. Ukuran tubuh dan bentuk tubuh hewan biasanya mempengaruhi interaksi hewan dengan lingkungan, sedang sokongan fisik didarat bergantung pada adaptasi proporsi dan postur tubuh.
Semua kehidupan ditandai dengan tingkat organisasi yang berhirarki. Sel menempati tempat khusus dalam hirarki kehidupan karena merupakan tingkat ornganisasi terendah dalam kehidupan yang mampu hidup mandiri sebagai suatu organisme. Organisme multiseluler yang memiliki sel-sel khusus dan mampu membentuk jaringan yang merupakan tingkat struktur dan fungsi yang lebih tinggi. Pada sebagian hewan, kombinasi berbagai jaringan membentuk unit fungsional yang disebut organ, dan kumpulan organ yang bekerja bersama-sama membentuk sistem organ.

b. Tujuan
1. Mempelajari bagian-bagian pada hewan
2. Mempelajari fungsi bagian-bagian yang terdapat pada hewan
3. Mempelajari sistem kerja organ

c. Manfaat
1. Memahami jaringan-jaringan pada hewan
2. Menambah wawasan
3. Mengetahui bagian-bagian serta fungsi hewan





BAB II
PEMBAHASAN

A. Jaringan
Jaringan tersusun atas beberapa sel yang memiliki struktur dan fungsi yang sama. Organ merupakan kumpulan berbagai jaringan (tidak selalu sama) yang bersatu membentuk suatu material struktural dan fungsional tertentu. Sistem organ adalah kelompok berbagai organ yang saling berinteraksi dan bekerja sama membentuk sebuah fungsi yang kompleks untuk kehidupan makhluk hidup.
Jaringan pembentuk organ manusia atau vertebrata terdiri dari 4 kelompok, yaitu :

1. Jaringan Epithelium (epithelial tissue)
Jaringan Epithelium merupakan jaringan penutup atau melapisi permukaan tubuh organisme, baik lapisan luar atau lapisan dalam (endotelium).
Fungsi Jaringan Epithelium:
a. Absorpsi, sebagai alat penyerapan, ditemukan pada usus halus.
b. Sekresi, sebagai alat penghasil zat atau cairan yang bermanfaat, ditemukan pada kelenjar buntu.
c. Transport, sebagai alat pengangkutan, ditemukan pada pembuluh darah dan tubula ginjal.
d. Ekskresi, sebagai alat pembuangan sisa metabolisame, ditemukan pada kelenjar keringat
e. Proteksi, sebagai alat perlindungan, ditemukan pada kulit
f. Sensori, sebagai alat penerima rangsang, ditemukan pada alat indera

Berdasarkan fungsinya epitelium dibedakan menjadi 3, yaitu
1. epitelium proteksi.
2. epitelium kelenjar.
3. epitelium sensori.

Bedasarkan bentuk dan susunan sel, epitelium dibedakan :
a. Epitelium pipih selapis: terdiri atas satu lapis sel berbetuk pipih. Pada peritoneum, pembuluh darah, pembeluh limfa, alveolus, kapsula glomereus.
b. Epitelium pipih berlapis banyak: terdiri atas banyak lapis sel dan lapisan terluarnya berbentuk pipih. Pada epidermis, rongga mulut, oesofagus, vagina dan rongga hidung.
c. Epitelium kubus selapis : terdiri atas satu lapis sel berbentuk kubus. Pada nefron, ovarium, lensa mata.
d. Epitelium kubus berlapis banyak : terdiri banyak lapis sel dan lapisan terluar selnya berbentuk kubus. Pada saluran kelenjar minyak dan keringat.
e. Epitelium silindris selapis : terdiri atas satu lapis sel berbentuk silindris. Pada lambung, usus, rahim.
f. Epitelium silindris berlapis banyak : terdiri atas banyak lapis sel dan lapisan terluar selnya berbentuk silindris. Pada uretra, faring, laring, saluran kelenjar susu, saluran kelenjar ludah.
g. Epitelium silindris berlapis banyak semu (silindris bersilia) : terdiri atas banyak lapis namun tidak terlihat dengan jelas dan lapisan terluar selnya berbentuk silindris bersilia. Pada bronkus, trakea, rongga hidung.

h. Epitelium transisional : epitel berlapis yang sel-selnya tidak dapat dapat digolongkan berdasarkan bentuknya, bila jaringannya mengembung bentuknya berubah. Pada kandung kemih, uretra.


2. Jaringan Pengikat (ikat)
a. Jaringan lemak (serabut longgar)
Jaringan lemak (serabut longgar) mempunyai ciri-ciri bentuk longgar, tersusun dari sel lemak, berbentuk poligonal atau bulat, dinding sel tipis, sel kaya rongga sel yang berisi tetes minyak.
Jaringan ini terdapat di bawah lapisan bawah kulit, sekitar ginjal, bantalan atau lapisan sendi, sumsum tulang panjang. Jaringan ini berfungsi untuk mengikat dan menyokong jaringan lain, menyimpan lemak, cadangan makanan, bantalan, proteksi dan isolasi terhadap panas.
Serat jaringan ikat, yang terbuat dari protein terdiri atas tiga jenis: serat berkolagen, serat elastis, dan serat retikuler.
1. Serat berkolagen (collagenous fiber)
Serat berkolagen (collagenous fiber) terbuat dari kolagen yang mungkin merupakan protein yang paling berlimpah dalam kingdom hewan. Serat berkolagen bersifat tidak elastis dan tidak mudah robek jika ditarik mengikuti panjangnya.
2. Serat elastis (elastic fiber)
Serat elastis (elastic fiber) adalah untaian panjang yang tebuat dari protein yang disebut elastin. Serat elastin memberikan suatu sifat seperti karet yang melengkapi kekuatan serat berkolagen yang tidak elastis.
3. Serat retikuler (reticukar fiber)
Serat retikuler (reticular fiber) adalah serat yang tipis dan bercabang. Tersusun atas kolagen dan tersambung dengan serat berkolagen, serat ini membentuk suatu anyaman yang ditenun dengan karet yang menghubungkan jaringan ikat dengan jaringan disebelahnya.

b. Jaringan ikat longgar (loose connective tissue)
Jaringan ikat longgar (loose connective tissue) mempunyai susunan sel panjang, matriks mengandung serabut kolagen dan elastis. Jaringan ini mengikatkan epitelium dengan jaringan dibawahnya, jaringan ikat longgar juga berfungsi sebagai bahan pengemas yang menjaga agar organ tetap berada ditempatnya. Fungsi jaringan ikat longgar adalah untuk membungkus organ-organ, pembuluh darah dan syaraf.

c. Jaringan pengikat serabut padat (liat)
Jaringan ini disebut jaringan ikat serabut putih karena terbuat dari kolagen yang berwarna putih, bersifat fleksibel tapi tidak elastis. Jaringan ini terdapat pada fasia, ligamen, selaput urat dan tendon. Fungsi jaringan pengikat serabut padat ini adalah untuk menghubungkan berbagai organ tubuh, misal tulang dengan tulang, otot pada tulang (tendon).

d. Jaringan adiposa (adipose tissue)
Jaringan adiposa (adipose tissue) merupakan bentuk khusus dari jaringan ikat longgar (loose connective tissue) yang menyimpan lemak dalam sel-sel adipose yang tersebar diseluruh matriksnya. Jaringan adiposa melapisi dan menginsulasi tubuh, serta menyimpan molekul-molekul bahan bakar. Setiap sel adipose mengandung suatu butiran lemak besar yang membengkak ketika lemak disimpan dan akan mengkerut ketika tubuh menggunakan lemak tersebut sebagai bahan bakar.


e. Jaringan ikat berserat (fibrous connective tissue)
Jaringan ikat berserat (fibrous connective tissue) adalah jaringan ikat yang padat, karena banyak mengandung serat berkolagen. Serat-serat itu tersusun dalam berkas paralel, suatu pengaturan yang memaksimalkan kekutan non elastis. Kita dapat menemukan jaringan jenis ini pada tendon dan pada ligamen.

f. Jaringan tulang
Tulang sejati (osteon) terdiri atas sel tulang (osteosit) yang tersimpan dalam matriks yang terdiri atas zat perekat kolagen dan endapan kalsium karbonat (CaCo3) dan kalsium fosphat (Ca3(PO4)2. Proses meningkatnya kadar kapur sehingga tulang menjadi keras disebut kalsifikasi atau osifikasi. Sel pembentuk jaringan tulang disebut osteoblast. Setiap satuan sel tulang mengelilingi pembuluh darah, limpha dan syaraf membentuk sistem havers.
Tulang rawan (cartilage) memiliki serat berkolagen yang sangat berlimpah, yang tertanam dalam suatu matriks mirip karet yang tersusun atas suatu bahan yang disebut kondroitin sulfat, suatu kompleks protein-karbohidrat kondroitin sulfat dan kolagen disekresikan oleh kondrosit, sel-sel yang hanya terdapat pada ruangan yang tersebar dalam matriks yang disebut lakuna. Pada anak-anak kartilago berasal dari jaringan embrional (mesenchim), sedang pada orang dewasa berasal dari dari selaput tulang rawan (perikondrium) yang banyak mengandung konfroblast (pembentuk sel tulang rawan).
Ada 3 macam tulang rawan (cartilage)
1. Tulang rawan hialin (cartilago hialin), matriksnya bening atau transparan, jernih, mengkilap, kebiruan. Tulang jenis ini terdapat di permukaan sendi, trakea, bronkia.
2. Tulang rawan fibrosa (berserabut) atau cartilago fibrosa, matriksnya berwarna gelap dan keruh. Tulang jenis ini terdapat pada cakram antar ruas tulang belakang, perlekatan ligamen tertentu pada tulang dan persendian tulang pinggang.
3. Tulang rawan elastis (cartilago elastin), matriksnya berwarna keruh kekuningan. Tulang jenis ini terdapat pada daun telinga, epiglotis, pembuluih eustachius, laring.
Berdasarkan susunan matriks jaringan tulang dibedakan menjadi: jaringan tulang spon (karang), bila matriknya berongga dan jaringan tulang keras (kompak), bila matriksnya rapat atau keras.
Tulang mempunyai fungsi sebagai:
1. Penyusun rangka,
2. Tempat melekatnya otot,
3. Melindungi bagian tubuh yang lemah,
4. Sebagai alat gerak pasif,
5. Tempat pembentukan sel darah merah.

g. Jaringan darah
Darah beredar dari jantung dalam pembuluh darah nadi, vena dan kapiler ke seluruh tubuh lalu kembali ke jantung. Darah tersusun atas plasma darah (cairan darah) yang mengandung senyawa organik, senyawa anorganik, serum , air dan sel-sel darah yang terdiri atas: erytrosit (sel darah merah), leucosit (sel darah putih), trombosit (keping darah). Sel darah merah mempunyai fungs untuk membawa oksigen, sedang sel ddarah putih memunyai fungsi dalam hal pertahanan untuk melawan virus, bakteri, dan penyerang lainnya, sedang keping darah mempunyai fungsi untuk membantu dalam penggumpalan darah. Fungsi darah: mengangkut sari makanan, hormon, gas per-nafasan dan sisa metabolisme, mencegah infeksi kuman penyakit, menutup luka, menjaga stabilitas suhu tubuh.


f. Jaringan limfa (getah bening)
Jaringan limfa (getah bening) adalah bagian dari darah yang keluar dari pembuluh darah. Limfa merupakan cairan yang terbentuk dari air, glukosa, lemak dan garam, sedang komponen selulernya berupa limphosit dan granulosit. Fungsi Jaringan limfa (getah bening) adalah untuk mengangkut cairan jaringan, protein, lemak, garam mineral dan zat lain dari jaringan ke sistem pembuluh darah.

3. Jaringan otot (muscle tissue)
Jaringan otot (muscle tissue) merupakan jaringan yang tersusun atas sel otot yang bertugas menggerakan berbagai bagian tubuh, karena memiliki kemampuan berkonteraksi. Kemampuan kontraksi disebabkan adanya protein otot yang disebut aktomiosin pada setiap miofibril. Jaringan otot (muscle tissue) terdiri atas sel-sel panjang yang disebut serabut otot yang mampu berkontraksi ketika dirangsang oleh impuls saraf. Tersusun dalam susunan paralel di dalam sitoplasma, serabut otot adalah sejumlah besar mikrofilamen yang terbuat dari protein kontrakil aktin dan miosin. Otot adalah jaringan yang paling banyak terdapat pada sebagian besar hewan, dan kontraksi otot merupakan bagian besar dari kerja seluler yang memerlukan energi dalam suatu hewan yang aktif.
Didalam tubuh vertabrata terdapat 3 jenis jaringan otot :
1. Otot polos
Otot polos memiliki ciri-ciri penampakan berlurik, sel polos tidak bergaris-garis, inti sel berjumlah satu dan terletak di tengah, bentuk sel seperti kumparan. Otot polos termasuk otot tak sadar sehingga disebut otot involunter Reaksi terhsadap rangsang lambat. selain itu kerjanya teratur, lambat dan tahan lama. Otot ini berfungsi untuk menggerakkan alat-alat atau organ bagian dalam.
2. Otot lurik atau rangka atau seran lintang
Otot lurik memiliki ciri-ciri sel berserabut dan bergaris-garis, inti sel berjumlah banyak dan terletak di tepi, bentuk sel silindris. Reaksi terhadap rangasang cepat namun kerjanya tidak teratur, cepat dan tidak tahan lama. Fungsi otot ini adalah untuk menggerakan rangka. Berdasarkan syaraf yang mempengaruhinya, otot lurik termasuk otot sadar sehingga disebut otot volunter.
3. Otot jantung
Otot jantung memiliki ciri-ciri sel berserabut, bercabang dan bergaris-garis, inti sel berjumlah satu dan terletak di tengah, bentuk sel silindris bercabang-cabang. Otot jantung termasuk otot tak sadar sehingga disebut otot involunter. Reaksi terhadap rangsang lambat, sedang kerjanya teratur dan tahan lama. Otot ini berfungsi sebagai kontraksi otot jantung. Hubungan antara cabang yang satu dengan yang lain di sebut sinsitium.

4. Jaringan Syaraf
Jaringan berfungsi untuk mengatur dan mengkoordinasi segala aktivitas tubuh. Jaringan ini dibentuk oleh sel-sel syaraf yang disebut neuron.
Neuron dibedakan atas:
1. Dendrit: penjuluran keluar dari badan sel yang berfungsi membawa rangsangan ke badan sel.
2. Badan sel : bagian sel syaraf yang mengandung inti dengan nukleolus di tangahnya. Badan sel syaraf terletak di pusat syaraf dan ganglion (kumpulan badan sel syaraf).
3. Ganglion terletak di tempat-tempat tertentu seperti di kiri kanan sumsum tulang belakang.
4. Neurit (akson) : penjuluran panjang dari badan sel yang berfungsi membawa rangsangan dari badan sel ke neuron lain.
Neurit memiliki selubung, yaitu:
1. Selubung mielin : selubung terdalam yang langsung membungkus neurit dan terdiri atas fosfolipid. Selubung ini berfungsi sebagai isolator dan juga berperan sebagai nutritif terhadap neurit.
2. Selubung neurilema (schwan) : terdiri dari sel schwan yang menghasilkan mielin. Neurilema berfungsi dalam regenerasi neurit dan dendrit yang rusak.
Antara neuron satu dengan neuron yang lain saling berhubungan. Tempat hubungannya disebut sinapsis.


B. Organ
Organ terbentuk dari beberapa jaringan yang saling bekerjasama untuk melaksanakan fungsi tertentu, misalkan organ usus terdiri dari 4 jaringan, yaitu :
1. Jaringan epitelium : tempat penyerapan sari makanan dan menghasilkan lendir.
2. Jaringan otot : menghasilkan gerakan peristaltik (meremas)
3. jaringan ikat (pembuluh darah) : mengangkut sari makanan.
4. jaringan syaraf : mengkoordinasi kerja jaringan epitel, jaringan otot dan jaringan ikat.
Berdasarkan letaknya organ dibedakan menjadi :
1. Organ luar : tangan, kaki, hidung, mulut, telinga dll
2. Organ dalam : jantung, paru-paru, ginjal, pankreas, hati


C. Sistem organ
Sistem organ tersusun dari beberapa organ yang bekerja sama untuk melaksanakan fungsi tubuh tertentu.
1. Sistem sirkulasi (peredaran darah) : tersusun atas organ jantung, pembuluh darah,
2. Sistem respirasi (pernafasan) : tersusun atas organ hidung, tenggorokan, paru-paru.
3. Sistem pencernaan : tersusun atas organ mulut, faring, ternggorokan, lambung, usus, pankreas, hati.
4. Sistem ekskresi (pengeluran) : tersusun atas organ ginjal, ureter, kantong kemih, uretra.
5. Sistem koordinasi (syaraf) : tersusun atas organ otak, syaraf, simpul syaraf.
6. Sistem otot (gerak) : tersusun atas organ tulang, otot, syaraf.
7. Sistem reproduksi (perkembangiakan) : tersusun atas organ kelamin jantan, kelamin betina.
8. Sistem endokrin : tersusun atas kelenjar buntu (tidak mempunyai saluran), pituari, tiroid, paratiroid, pankreas, adrenal, kelenjar kelamin,
9. Sistem rangka : tersusun atas tengkorak, tulang belakang, tulang rusuk dan dada, tulang bahu, tulang pinggul, tulang anggota bagian atas dan bawah.







BAB III
PENUTUP
a. Kesimpulan
1. Bagian dan fungsi hewan terbagi menjadi jaringan, organ dan sistem organ.
2. Jaringan terdiri dari jaringan epitel. Jaringan saraf, jaringan pengikat, dan jaringan otot.
3. Organ terdiri dari organ luar dan organ dalam
4. Sistem organ tersusun oleh sistem sirkulasi, sistem respirasi, sistem pencernaan, sistem ekskresi, sistem pencernaan, sistem otot, sistem reproduksi, sistem endokrin, sistem koordinasi, sistem rangka,

b. Saran
1. Sistem jaringan pada hewan merupakan suatu kesatuan yang sangat kompleks, hendaknya membutuhkan pemahaman yang sangat mendetail untuk mempelajarinya.







DAFTAR PUSTAKA

Djuhanda, T. 1980. Pengantar Anatomi Perbandingan Vertebrata. Bandung: Armico.
Gunawan, A.M.S. 2001. Mekanisme dan Mekanika Pergerakan Otot. Integral Vol. 6 (2): 58-62.
Hickman, C. P. and C. P. Hickman. 1972. Biology of Animal. Saint Louis: CV Mosby Company.
Hidebrand, M. 1974. Analysis of Vertebrae Structur. Canada: John Willey and Sons, Inc.
Kimball, J.W. 1987. b. Jakarta : Erlangga.

17.24 Makalah Biologi Tentang Jaringan Hewan

SMAN 1 Sidayu

Nama penulis : Fikri Hadi Rusdianto / Dion
Pekerjaan : Pelajar dan Menganggur
E-mail : dionfikri@rocketmail.com
Facebook : Fikri Hadi Rusdianto