Facebook RSS Feed

Kepadatan Penduduk

Kepadatan penduduk adalah perbandingan jumlah penduduk dengan  luas daerah. Kepadatan penduduk berbeda-beda antara daerah satu dengan lainnya. Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kepadatan penduduk, di antaranya adalah:
1) fisiografis,
2) keamanan,
3) kebudayaan,
4) biologis, dan
5) psikologis.
Kepadatan penduduk dapat digolongkan menjadi kepadatan penduduk umum
(aritmatik), kepadatan penduduk agraris dan kepadatan ekonomis.

Perkembangan kepadatan penduduk sejak tahun 1961 sampai dengan tahun 2000 seperti pada tabel berikut.

Pulau Jawa mempunyai kepadatan penduduk tertinggi, yaitu 945 setiap km2, sedangkan pulau-pulau lain di luar Jawa masih sangat rendah. Kepadatan penduduk yang terendah adalah di Maluku dan Papua. Kepadatan penduduk di wilayah itu hanya 8/km2.
Kepadatan penduduk yang tidak seimbang dapat menimbulkan berbagai masalah dalam kehidupan. Masalah-masalah itu antara lain:
1) semakin berkurangnya  lahan  pertanian,
2) kemampuan produksi lahan menurun,
3) fasilitas sosial tidak mampu mengimbangi kebutuhan penduduk,
4) lowongan pekerjaan semakin sempit,
5) pendapatan penduduk rendah, dan
6) persaingan semakin ketat.
Demikian juga bagi daerah yang ditinggalkan, akan terjadi masalah, yaitu:
1) kekayaan alam belum bisa dimanfaatkan secara optimal,
2) tenaga kerja berkurang.

a. Kondisi Penduduk Indonesia
Kondisi penduduk Indonesia dapat dilihat dari susunan penduduknya. Susunan penduduk dapat didasarkan, antara lain atas:
• umur,
• jenis kelamin,
• mata pencaharian,
• penyebaran penduduk,
• pendidikan, dan
• agama.
Susunan penduduk  berdasarkan umur dan jenis kelamin. Contohnya seperti berikut.
1) Susunan penduduk menurut umur dan jenis kelamin
Jumlah penduduk menurut umur dan jenis  kelamin dijadikan dalam satu tabel, dengan kelompok umur pada jenjang lima tahunan. Susunan penduduk menurut umur dan jenis kelamin dapat menunjukkan beberapa gambaran seperti:
• jumlah tenaga kerja produktif dan non produktif,
• pertambahan penduduk,
• angka ketergantungan,
• rasio laki-laki dan perempuan, dan
• usia sekolah.
2) Susunan penduduk atas dasar mata pencaharian.
Susunan ini mendasarkan atas mata pencahariannya. Penduduk di- kelompokkan menjadi kelompok petani, pedagang, pegawai negeri, TNI/POLRI, karyawan swasta, penjual jasa dan lain-lain.
Susunan penduduk atas dasar mata pencaharian menginformasikan mayoritas  pekerjaan di suatu daerah.  Hal itu berguna bagi pemerintah untuk mengambil keputusan, apakah  perlu pelatihan dan penyuluhan dalam bidang pertanian, perikanan, atau pertukangan, dan lain sebagainya.
3) Susunan penduduk menurut tingkat pendidikan.
Penduduk dapat dikelompokkan atas dasar pendidikannya. Misalnya:
• penduduk  tidak sekolah,
• tidak tamat Sekolah Dasar;
• tamat Sekolah Dasar;
• tidak  tamat Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama;
• tamat Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama;
• tidak tamat Sekolah Lanjutan Menengah Umum/Kejuruan;
• tamat Sekolah Menengah Umum/Kejuruan;
• tidak tamat Akademi/Perguruan Tinggi; dan
• tamat Akademi/Perguruan Tinggi.
Susunan penduduk menurut pendidikan dapat dipergunakan oleh penentu kebijakan pendidikan, seperti penentuan penambahan sekolah, penambahan guru, buku paket, penambahan sarana dan prasarana sekolah.

b. Piramida Penduduk
Susunan penduduk menurut umur dan jenis kelamin dapat digambarkan secara grafis dengan perbedaan atas dan bawah.  Gambaran tersebut dinamai piramida penduduk. Dalam piramida ada garis horisontal dan garis vertikal, sumbu vertikal menggambarkan umur pen-duduk dari nol sampai dengan 65 tahun lebih, dengan interval satu tahunan ataupun lima tahunan.
Sumbu horizontal menggambarkan jumlah penduduk baik secara absolut maupun relatif dalam skala tertentu. Pada bagian kiri sumbu vertikal digambarkan penduduk laki-laki dan perempuan disebelah kanan. Tidak seluruh piramida penduduk selalu runcing bagian atas. Untuk negara maju, susunan penduduk yang digambarkan dalam bentuk piramida penduduk, bagian atas sama besar dengan bagian bawah, bahkan ada beberapa negara maju dengan grafik piramida penduduk bagian atas lebih besar.
 Dengan piramida penduduk akan dapat diketahui gambaran mengenai:
1) Perbandingan penduduk laki-laki dan perempuan.
2) Penduduk kelompok anak-anak, dewasa dan orang tua.
3) Jumlah angkatan kerja.
4) Jumlah lapangan kerja yang dibutuhkan.
5) Angka ketergantungan.
6) Rasio laki-laki perempuan.
7) Kebutuhan sarana dan prasarana pendidikan.
8) Perkiraan jumlah kelahiran yang akan datang.
Susunan penduduk atas dasar umur dan jenis kelamin, karakteristik penduduk suatu daerah/negara dapat diklasifikasikan menjadi  tiga bentuk piramida penduduk, yaitu:
1) Piramida penduduk muda
Piramida penduduk muda (expensive) berbentuk kerucut alasnya lebar dan puncaknya meruncing. Piramida kerucut ini menggambarkan:
a) Sebagian besar penduduk berada dalam kelompok umur muda.
b) Kondisi tersebut menggambarkan bahwa penduduk daerah tersebut sedang mengalami pertumbuhan.
c) Tingkat kelahiran dan kematian masih cukup tinggi.
d) Pertumbuhan penduduknya tinggi.
2) Piramida penduduk dewasa
Bentuk piramida menyerupai  persegi empat, bentuk tersebut menggambarkan keadaan penduduk:
a) Jumlah penduduk dalam keadaan stasioner.
b) Jumlah kelahiran dan kematian seimbang.
c) Jumlah penduduk relatif tetap.
d) Pertumbuhan penduduk rendah
e) Penduduk muda hampir sebanding dengan penduduk tua.
3) Piramida penduduk tua
Bentuk piramidanya menyerupai bentuk nisan, bentuk ini menggambarkan:
a) Jumlah penduduk terus berkurang.
b) Angka kelahiran lebih kecil dari angka kematian.
c) Sebagian besar penduduk berada pada kelompok usia tua.
d) Pertumbuhan penduduk sangat rendah bahkan tidak ada sama sekali.
Bentuk tiga piramida penduduk adalah seperti gambar berikut:

Jumlah penduduk laki-laki dan perempuan tidak sama. Dalam beberapa dekade, penduduk perempuan selalu lebih banyak dari pada penduduk laki-laki. Di Indonesia, berdasarkan sensus penduduk tahun 2000 gejala seperti itu sudah tidak tampak lagi. Hasil sensus terakhir menunjukkan jumlah penduduk laki-laki lebih banyak daripada jumlah penduduk perempuan

23.15 Kepadatan Penduduk

SMAN 1 Sidayu

Nama penulis : Fikri Hadi Rusdianto / Dion
Pekerjaan : Pelajar dan Menganggur
E-mail : dionfikri@rocketmail.com
Facebook : Fikri Hadi Rusdianto